• Post with SoundCloud

    iam wisi quam lorem vestibulum nec nibh, sollicitudin volutpat at libero litora, non adipiscing. Nul...

  • Consectetur adipisicing elit

    iam wisi quam lorem vestibulum nec nibh, sollicitudin volutpat at libero litora, non adipiscing. Nul...

  • Post With Featured Image

    iam 1989 wisi quam lorem vestibulum nec nibh, sollicitudin volutpat at libero litora, non adipiscing...

  • Elementum mauris aliquam ut

    iam wisi quam lorem vestibulum nec nibh, sollicitudin volutpat at libero litora, non adipiscing. Nul...

Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

0 comments
Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai pengertian globalisasi dan beragam penafsiran tentang globalisasi dari berbagai definisi para ahli.Menurut
Achmad Suparman,Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya.

Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial atau proses sejarah atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negaradi dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat

Globalisasi Menurut Para Ahli

1. Roland Robertson, dosen sosiologi Universitas Aberdeen, salah satu penulis pertama di bidang globalisasi, mendefinisikan globalisasi pada tahun 1992 sebagai:  pemadatan dunia dan pemerkayaan kesadaran dunia secara keseluruhan.

2. Sosiolog Martin Albrow dan Elizabeth King mendefinisikan globalisasi sebagai:  semua proses yang menyatukan penduduk dunia menjadi satu masyarakat dunia yang tunggal.

3. Di The Consequences of Modernity, Anthony Giddens memakai definisi berikut:      Globalisasi dapat diartikan sebagai intensifikasi hubungan sosial dunia yang menghubungkan tempat-tempat jauh sehingga peristiwa di suatu tempat dapat dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di tempat lain sekian kilometer jauhnya dan sebaliknya.

Essay tentang Globalisasi Dan Kisah Kesenjangan

Mempersilakan atau menghadang globalisasi boleh jadi terlihat sebagai dua perkara yang berbeda. Padahal, sama halnya dengan pilihan menjadi kapitalis atau sosialis, ternyata persoalan hidup tidak melulu melekat pada ilusi teoritis atau ideologis, tapi lebih tergantung pada kesanggupan menyadari situasi sejarah sekaligus kesanggupan untuk memberi bentuk kepadanya. Globalisasi sepenuhnya adalah situasi sejarah yang digerakkan bukan oleh dirinya tetapi oleh selaksa pikiran dan tindakan manusia. Menganjurkan globalisasi sebagai keniscayaan yang mustahil dielak, sama saja dengan khotbah tentang hari kiamat. Sementara mengutuknya, tak jauh beda dengan ajakan kembali ke zaman purba. Dua pendirian yang kelihatan berkebalikan ini ternyata sebangun dalam asumsi, yakni menempatkan manusia sebagai diri yang takluk dan lumpuh.

Selama ini, euforia dan kutukan orang terhadap globalisasi lebih sering berkubang dan dilokalisir pada wilayah fashion, mindset, selera, busana, atau bahasa. Pada dimensi gaya hidup lah, gobalisasi cenderung bermakna penyeragaman. Penyeragaman dibutuhkan agar bisnis trans-nasional makin berkibar. Sementara pada dimensi kesejahteraan, globalisasi mendorong kesenjangan. Dan demikianlah, pada jantung persoalan yang sesungguhnya, globalisasi adalah soal ekonomi. Ilustrasinya tergambar dalam statistik berikut.

Diperkirakan nilai pasar telekomunikasi dunia kini lebih dari 1 trilyun dolar AS. Angka ini niscaya tambah membengkak jika diimbuhi nilai bisnis teknologi komputer. Sementara, angka transaksi business-to-costumer (B2C) online mencapai 108 milyar dolar AS sementara business-to-business (B2B) 1.3 trilyun dolar AS. Dari sini muncul klaim bahwa globalisasi yang dipompa teknologi bisa mendongkrak kegiatan ekonomi. Sementara, pada 1960, terdapat 20% warga paling kaya menguasai 70,2% kekayaan dunia. Sementara 20% warga paling miskin hanya mengontrol 2,3% kekayaan dunia. Angka ini berubah drastis pada akhir 1990 dimana 20 % warga yang paling kaya itu sudah menguasai 86 persen kemakmuran dunia, sementara seperlima yang paling miskin hanya mengais-ngais 1 persennya (Yanuar Nugroho, 2006).

Jika orang sering menyebut globalisasi berwatak boarderless, watak yang melesapkan batas teritorial negara, statistik ini nampaknya juga perlu dipertimbangkan. Tahun 1971, dari transaksi finansial global per hari yang mencapai 1,4 milyar dolar AS, 90 persennya beroperasi di sektor real. Sisa 10% berputar-putar pada saham, valas dan sebagainya. Angka itu mulai berbalik mulai tahun 1990. Hingga di tahun 2000, sekitar 95% dari transaksi finansial global yang besarnya 1,5 triliun dolar per hari, 40 persennya adalah transaksi spekulatif dengan kecepatan mondar-mandir antar negara 1-7 hari. 40 persen yang lain kecepatannya kurang dari 2 hari (B. Herry-Priyono, 2007).
Kini, globalisasi yang ditopang perkembangan TIK semakin didesakkan ke seluruh penjuru dunia. Joseph Stiglitz, peraih Nobel Ekonomi, sudah lama mengingatkan globalisasi sebagai hubungan asimetris antar negara yang ujung-ujungnya adalah hasil keuntungan yang asimetris pula (2003). Statistik di atas menandai era di mana kegiatan ekonomi mengalami ketercerabutan dari daya hidup (survival ) komunitas. nampaknya, di situlah kemudian kita terjebak dalam dilema. Memerosokkan atau melarikan diri dari globalisasi sama-sama bukan lah jalan keluar.

Jika demikian, lantas apa makna daya saing di era globalisasi dalam konteks ekonomi? Sejauh mana kebermaknaannya bagi masyarakat Indonesia? Bukankah tingkat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia semakin meningkat? Bukankah peningkatan itu berkorelasi positif dengan peningkatan kesejahteraan? Ijinkan saya menyodorkan dua asumsi pokok untuk memperjelas pertanyaan-pertanyaan itu. Pertama, korelasi TIK dengan ekonomi tidak berada dalam logika kausal sederhana. Tidak seperti “ada api maka langsung ada asap”, antara teknologi dan ekonomi terbentang korelasi yang berlapis-lapis. Petani kentang di dataran tinggi Dieng pernah berujar begini, “aku sudah punya imel dan pesbuk, tapi bagaimana caranya harga jual kentang bisa bagus?” Lalu, tanpa berpikir rumit, kita pun tahu, perangkat seperti telepon genggam dan komputer tidak dengan sendirinya menyejahterakan petani. Dalam praktiknya, penawaran dan permintaan bukan sesuatu yang terprogram secara otomatis lantaran di sana ada jaringan ekonomi melibatkan lebih dari sekadar kekuatan yang lebih perseorangan dan komunitas.

Gugus modal (capital), tenaga kerja (labor), dan tanah (land) mesti padu jika yang disasar adalah keadilan ekonomi. Sementara, kita menjumpai banyak kasus di mana komunitas yang menempati suatu wilayah dengan sumber daya alam bernilai ekonomi tinggi justru tidak ikut menikmati hasilnya. Demikianlah, ekonomi di era globalisasi kerap ditandai dengan kinerja modal yang mencerabut manusia dari konteks kewilayahannya. Di situ, peran negara sebenaranya sangat dibutuhkan untuk mengatur distribusi yang adil. Problemnya, negara sudah sedemikian lemah peranannya justru ketika ia sangat dibutuhkan. Dan kita tahu belaka, pelemahan negara itu sudah berlangsung sejak lama melalui deregulasi ekonomi dan kebobrokan mentalitas pejabat publik.

Kedua, pengembangan TIK di negara berkembang cenderung bias. Setidaknya ada tiga bias yang penting dalam kaitannya dengan ekonomi: bias wilayah, bias kelas, dan bias gender. Secara umum, 80% penduduk Indonesia tinggal di perdesaan dan hanya 20% yang tinggal di kota. Konsumsi media modern justru menunjukkan angka sebaliknya, 80% dikonsumsi orang kota dan 20% sisanya oleh masyarakat desa. Kini, diperkirakan ada lebih dari 30 juta pengguna internet di Indonesia (data Internet Worldstats tahun 2009). Ini artinya hanya sekitar sepertujuh dari total populasi masyarakat Indonesia. Konsentrasinya memusat di wilayah Indonesia Barat, terutama kawasan rural pulau Jawa. Sementara dari 105.001 desa di bali dan Indonesia Timur, sebanyak 68.650 desa tak tersentuh internet (blogs.depkominfo.go.id). Dalam hal gender, data indikator telematika tahun 2005 menyebutkan pengguna internet di Indonesia lebih banyak pria (75.86%) daripada wanita (24.14%).
Situasi yang sarwa-bias itu masih diperparah dengan kecenderungan pemanfaatan produk TIK dalam wabah konsumerisme. Padahal, untuk menjadi masyarakat informasi, kultur baca-tulis adalah prasyarat mutlak. Itu pula yang antara lain membuat UU ITE hanya berbunyi pada urusan pornografi. Apa yang diatur oleh UU ITE belum lagi menjadi urusan nyata bagi masyarakat luas. Di sinilah tantangan di level social engineering ternyata lebih berat ketimbang mendesakkan mechanical engineering.

Dengan tulisan ini, saya tidak bermaksud untuk berpandangan muram. Saya ikut barisan orang yang optimis dengan kekuatan ekonomi informal yang terbukti tangguh diterpa badai krisis moneter sementara ekonomi spekulatif terpuruk tak karuan. Yang ingin ditegaskan, dengan mencermati kinerja globalisasi yang bergandengan dengan nalar neoliberal, pemanfaatan TIK sungguh-sunguh mesti dihayati sebagai bagian dari kerja patriotik. Mengapa patriotik? Sederhana, makna patria adalah tanah. Menjadi patriotik adalah mengerahkan segenap upaya agar segenap sumber daya alam Indonesia sebisa mungkin diselamatkan agar tidak tercerabut dari daya hidup masyarakat Indonesia. Relakah kita jika kekayaan alam ini sekadar dikonversi menjadi angka-angka digital dalam bursa saham yang dipermainkan para spekulan?

Read More »

Peran Pemuda Dalam Pembangunan Bangsa

0 comments
Indonesia membutuhkan peran aktif pemuda dalam usaha berkelanjutan demi kemajuan dan pembangunan bangsa. Peran penting pemuda dirasa penting karena beberapa unsur dasar yang dimiliki pemuda yakni semangat berkreasi dan berinovasi. Beragam cara dilakukan untuk mengenang kembali semangat kebangkitan nasional yang dipelopori kaum muda tersebut. Tak ketinggalan para Mahasiswa dan Pemuda Indonesia di luar negeri. Sebuah acara akbar yang dihadiri utusan persatuan pelajar indonesia dari beberapa negara diselenggarakan di Belanda.

Dan disini, ku hanya duduk termenung, mencoba meresapi hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa 80 tahun yang lalu itu. Sebuah energi positif kaum muda yang tak terbendung mampu menorehkan tinta emas sejarah perjuangan bangsaku!!!

Jiwa muda, jiwa yang sedang tumbuh berkembang dan penuh kepekaan serta kepedulian terhadap lingkungannya, masyarakatnya, bangsa dan negaranya bahkan kepada dunia luas!! Jiwa pembelajar penuh energi, agent of change, penggerak kemajuan dalam berbagai dimensi kehidupan.

Itu yang ku dapat dalam pelayaran bersama bahtera logika yang ku miliki ketika mengarungi lautan hikmah sejarah. Setiap bangsa didunia ini pasti mencatat bahwa apapun bentuk kemajuan dan perkembangan yang dialami, para pemuda pastilah berada di poros terdepan perubahan itu!!

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, peristiwa sumpah pemudalah saksi besar sejarah. Kebulatan tekad dan keteguhan hati para pemuda untuk menyatakan kesatuan bangsa, tanah air dan bahasa telah berhasil menggerakkan sebuah perubahan dengan hasil gemilang, KEMERDEKAAN!!

Di negeri kincir angin sana, puluhan tahun lalu para pemuda dan kaum terpelajar boemi poetra bersatu mencurahkan segenap kekuatan untuk membangun negeri tercinta. Dan dari sanalah nama Indonesia terucap mengharu biru. Sebutlah Bung Hatta, tokoh idola banyak pemuda kita, yang diidolakan karena kejeniusan dan tentunya kebersihan sikap dan prilaku politiknya yang telah turut serta menghantarkan nusantara menuju gerbang kemerdekaan!!

Kita sepakat bahwa ketika memproklamasikan kemerdekaan indonesia, Bung Karno tidaklah lagi muda, tapi kita pasti setuju bahwa tanpa semangat darah muda yang mengalir dalam diri sang proklamator itu dan (pastinya) keberanian bertindak khas kaum muda, alur sejarah negeri tercinta ini pastilah berbeda.

Disini sekali lagi ku duduk termenung, merangkai dan menata butiran hikmah perjuangan yang ku dapat dalam penggalian mutiara terpendam yang kelak akan ku kalungkan pada Ibuku, Indonesia.

Dengan indahnya Al-Qur’an bercerita tentang sosok-sosok muda pembawa pencerahan bagi umat manusia terdahulu. Tujuh orang pemuda berhati baja, berkeyakinan sempurna dan teguh dengan akhlak luhur telah menjadi sorotan sejarah perjuangan menyatakan keyakinan akan keesaan Tuhan dan kebangkitan di hari akhir.

Sekali lagi, darah muda mencatatkan harumnya dengan tindak terpuji sepanjang masa, membelah bentangan jarak dan waktu, melintasi generasi demi generasi pembawa pembaharuan, dan menyatakan keistimewaannya meski dihadapkan pada resiko kematian. Tujuh pemuda penghuni gua yang tertidur ratusan tahun dan terbangun kembali untuk menyaksikan perubahan yang terjadi dalam sistem kepercayaan kaumnya!!!

Aku belajar dan menarik kesimpulan, apakah sesungguhnya energi yang mendorong jiwa muda untuk mampu mendobrak keadaan, membawa pencerahan dan mewujudkan kebaikan bagi semua generasi??? Dan disinilah kutemukan jawabnya :

Sebuah kemajuan pastilah meletakkan pijakannya pada tiga asas utama : Moral, Intelektual dan Spiritual. Tanpa ketiga hal tersebut pastilah sebuah perubahan takkan mengarah menuju kemajuan tetapi kemunduran.

Kekuatan utama terletak pada Moral. Setiap bangsa yang beradab pastilah menempatkan moral dan etika sebagai tolak ukur utama kemajuan yang berhasil dicapainya. Karena dengan moral dan etikalah manusia mencapai ketinggian derajatnya sebagai manusia. Kita mungkin bisa bertanya apakah dengan moral kita bisa mencapai kemakmuran ekonomi?? apakah dengan etika kita bisa mengembangkan ilmu pengetahuan?? tapi pasti kita sepakat bahwa tanpa moral dan etika kita takkan pernah bisa hidup bahagia dan mulia!!!

Sejarah menyebut kemajuan yang berhasil dicapai umat manusia, mulai bangsa yunani di barat, romawi, persia, mesir kuno sampai bangsa cina di timur jauh, dengan satu istilah PERADABAN.

Peradaban adalah wujud terhalus dari kebudayaan manusia. Budaya adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Dan moral adalah unsur terpenting dalam membentuk budaya. Karena segala tindak tanduk manusia selalu kembali kepada dirinya dan lingkungannya maka manusia membutuhkan suatu aturan untuk menata sikap dan prilakunya, dan itulah etika!!

Kebangkitan yang digerakkan kaum muda selalu didahului dengan kesadaran moral yang tinggi dikalangan pemuda. Tanpa moralitas yang baik, kaum muda hanya akan menyalurkan energinya pada hal-hal negatif.

Yang kedua adalah intelektual. Tanpa terbantahkan, intelejensi yang terkristalkan dalam ilmu pengetahuan telah menunjukkan kekuatan paling dahsyat yang pernah dikenal umat manusia. Sebuah energi terbesar yang pernah ada dan bahkan berani menantang kuasa Tuhan. Logika sebagai pusat kesadaran intelejensi bersama Ilmu pengetahuan sebagai kendaraannya telah memberikan hadiah terindah bagi peradaban manusia berupa kecanggihan tekhnologi dan berbagai penemuan yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup.

Kebangkitan nasional indonesia dimotori oleh kaum cerdik cendikia muda yang bermoral. Sungguh ngeri membayangkan suatu gerakan yang dilakukan kaum intelek tak bermoral!! Karena tanpa moral, kekuatan intelektual hanya akan menjadi senjata pemusnah baru bagi kehidupan. Dan tanpa intelektual, moralitas hanya akan bersembunyi di relung hati terdalam manusia!!

Padanan serasi moral-intelektual tampaknya paling menjanjikan perubahan positif untuk semua orang. Karena semua hal yang dibutuhkan untuk membangun kehidupan yang penuh kebahagiaan dan kemuliaan mampu terpenuhi dengan dua asas utama tersebut. Tetapi pernahkah terdengar oleh nurani anda, jeritan moral-intelektual yang terombang-ambing di dalam ruang tak bertepi tak berujung batas bernama kehidupan ini?? Pernahkah mendengar pernyataan jujur moral-intelektual tentang keletihan dan keresahan mereka?? letih karena semakin hari manusia semakin dipenuhi tuntutan perubahan baru, letih karena sifat tidak puas manusia yang selalu ingin lebih dan lebih… serta resah mencari, hendak kemanakah semua ini menuju??

Tidak!! Moral-Intelektual tidaklah cukup untuk berdiri tegak, pantang menyerah tak mau mengalah demi menopang kehidupan manusia. Karena moralitas itu kaku dan intelektualitas itu semu!! Sedangkan hidup ini bagaikan setetes air yang turun dari langit lalu bercampur dengan tetumbuhan dan dedaunan, kemudian mengering dan hilang terbawa hembusan angin… Kehidupan ini mengalir bagaikan riak air sungai, terbawa aliran menuju lautan tak bertepi. Apalah arti moralitas dan intelektualitas jika hanya akan terhanyut pasrah mengikuti siklus kehidupan untuk kemudian hilang tak berbekas…

Ada sebuah kekuatan untuk mengarahkan dua kekuatan menuju kedamaian sejati, tempat berteduh dan bermuara seluruh aliran kehidupan dan bahkan kematian!! karena sesungguhnya, bukan hanya kehidupan yang mengalir, kematian pun sesungguhnya hanyalah sebuah gerbang menuju aliran lain dalam kehidupan!!

Kekuatan itu adalah Spiritual. Sebuah kekuatan diluar manusia, kekuatan Tuhan, yang karena kemurahan hatiNya kekuatan itu diberikan kepada makhluk yang membutuhkan dan menginginkannya. Spiritualitas, kekuatan Tuhan dalam diri manusia yang terkadang bisa membuat manusia berpikir dirinyalah Sang Pencipta itu!!!

Khazanah penyimpan mutiara itu telah ku temukan, namun tampaknya membutuhkan waktu seluruh hidupku ini untuk menyelaminya dan merangkai, menata serta menikmati keindahannya. Beruntunglah aku yang masih dialiri darah, semangat dan vitalitas pemuda. Karena tanpa energi muda, rasanya aku ingin orang lain saja yang merangkai keindahan mutiara itu untuk kemudian ku nikmati.. Dan lebih beruntung lagi karena bumi tempatku berpijak ini, telah melahirkan sosok-sosok penggenggam kemilau cahaya moral-intelektual-spiritual yang berhasil menebarkan pesona keindahan dalam sejarah umat manusia. Bumi para Nabi!!

Subhanallah.. Wal hamdulillah… Wa lailaha illallah.. Allahu Akbar!!!

Kini, aku ingin berbagi kepada semua jiwa muda yang sedang tumbuh dimanapun ia berada. Aku ingin mengajak jiwa muda untuk terus semangat dan berani dalam menempuh perjuangan di ruang kehidupan. Aku ingin meyakinkan jiwa muda, bahwa untuk mewujudkan kebahagiaan dan kemuliaan hidup di masa mendatang, tidak hanya bagi kita namun juga bagi semua orang yang kita cintai adalah dengan kekuatan moral-intelektual-spiritual!!

Untukmu dunia tempat kami berpijak, nantikan perubahan demi perubahan yang kan kami gerakkkan!! jadilah saksi bagi setiap langkah pencerahan yang kami lakukan!! hingga kelak kau akan bersaksi di hadapan Sang Pencipta bahwa kami Generasi Muda telah turut serta memakmurkanmu, sesuai amanatNya, KHALIFATULLAH FIL ARDH. (Agen Tuhan dalam memakmurkan bumi).

Untukmu ibu pertiwi, anak-anak kandungmu kan kembali ke tanah mereka dilahirkan, kelak, membawa angin segar untuk menyuburkan dan memeliharamu sampai akhir masa. Untukmu ibu, dari anakmu di rantau jauh!!

Read More »

Puisi Cinta Romantis

0 comments
Demi memikat hati kekasih anda, puisi cinta romantis merupakan salah satu cara demi mendapatkan hatinya. Beberapa karya sastra pujangga telah banyak membuktikan bahwa kekuatan dari sebuah kata - kata amatlah besar dalam mempengaruhi kejiwaan seseorang yang anda cintai.

Salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan anda yang dalam yaitu dengan mengirim sebuah puisi cinta,yang menggambarkan seberapa besar rasa sayang anda ke dia. OK pada kesempatan kali ini kami akan menghadirkan 10 puisi cinta romantis yang mungkin bisa anda jadikan bahan untuk menulis puisi

1. Peri Kecil

semisal kita bermalam di Tokyo,
jalanan begitu lengang
hanya hujan salju yang menurunkan masa depan
di temaram kelap-kelip lampu jalanan

kita akan berbaring di tengah jalan,
menghirup udara yang terpental dari kesunyian
kabut-kabut berbisik tentang sulitnya berziarah pada ingatan
ada gemuruh yang membuat jantung saling menyelinap

akan kita petik sakura
dan kuselipkan di dada telingamu
sebagai pusara yang tak remuk pada waktu
terus semayam hingga fajar beranjak terbang

peri kecil,
semisal kita di Tokyo
izinkan aku membunuh deritamu
beserta luka-luka yang selama ini merenggut senyummu

2. Rindu 

dan bungabunga bermekaran disamping kamarku
mendadak anginpun berhenti berteriak
burungburung terbang menerobos senja
menyambut pergantian musim
tibatiba aku ingat dirimu!


jendela kamar menari dihantam angin
sosok bayang hadir bersama seutas senyum
lalu berkisah tentang kita
tentang  Nil yang katamu indah seperti jiwa kita


keindahan waktu itu belum bisa kulukis
katakatapun diam termenung
biarkanlah  lagulagu kesukaanmu  terus kuputar
kukeraskan volumenya agar angin mendengar
lalu mengabarkan pada senja dan burungburung

kalau aku sedang rindu!

3. Ezekiel Kekasihku

senyumku hadir bersama mentari terbit
sapaku selamat pagi untuk kekasih tercinta
melalui hembusan angin yang menggerakkan daun jendela
tanganku pepohon kokoh samping rumahnya

mengajak berdansa arungi hidup diselingi kicauan burung yang indah dan renyah
panas mentari saat siang datang
adalah lidah api cintaku yang membara
rembulan itu mataku yang terjaga saat malam tiba

aih..tak kuasa aku melihatnya dalam gelisah rindu yang tercampur bahagia cinta!
biar bunyi serangga dan jangkrik yang bilang aku selalu ada di sisinya
melalui temaram malam aku menyelimuti tubuhmu lalu mengecup keningmu
seraya bilang : "mimpi indah, sayang! bangun pagi! karena esok aku akan datang"
Semoga puisi cinta diatas, bermanfaat untuk anda



Read More »

Peran Pemuda Dalam Upaya Pemberantasan Korupsi Di Indonesia

0 comments
Pemuda sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya mempunyai andil dalam upaya pemeberantasan berbagai tindak pidana korupsi di Indonesia. keterlibatan pemuda diharapkan dapat menciptakan kehidupan sosial yang dilandasi dengan rasa amanah, jujur dan bertanggung jawab.

”Hasrat tertinggi lembaga pemberantasan korupsi di Indonesia adalah membuktikan praktek kejahatan laten yang telah membudaya kenyataannya mampu hilang di muka bumi negeri ini” (KPK)

Ini yang mendorong pihak-pihak terkait seperti KPK menyelenggarakan ToT (Training of Trainer) bekerjasama dengan pihak akademisi seperti universitas-universitas seluruh Indonesia untuk bagaimana melibatkan para pemuda yang diwakili oleh mahasiswa dalam peran sertanya sebagai sumbangsih bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

Kegiatan training ini dilakukan selama empat hari secara berturut-turut. Berawal dari ratusan mahasiswa yang mendaftar sebagai calon peserta ToT Anti Korupsi KPK dengan syarat administrasi pembuatan artikel dan pengisian formulir biodata , 35 mahasiswa akhirnya lulus terpilih sebagai peserta resmi yang kemudian berhak mengikuti pelatihan selanjutnya.

Ke-35 mahasiswa ini di perkecil menjadi tujuh kelompok yang masing-masing terdiri dari lima orang. Pelatihan ini pun sama sekali tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis.

Praktek Lapangan
Pelatihan ToT Anti Korupsi KPK secara komplit untuk pertama kalinya di Indonesia ini dalam tingkat mahasiswa, karena melibatkan peserta secara langsung untuk terjun praktek lapangan yang tidak dilakukan di kampus-kampus sebelumnya.

Hal tersebut yang kemudian menjadikan pelatihan kali ini begitu menantang. Setelah adanya Briefing tugas dan pembekalan materi dari tim KPK pada hari pertama, selanjutnya para peserta dilepas untuk melaksanakan tugas ke tempat yang disinyalir berpotensi koruptif pada hari itu juga dan hari kedua secara langsung.

Sebelumnya peserta telah diberi pembekalan teknik dan standar investigasi di lapangan yang bagi mahasiswa hal ini merupakan pengetahuan baru untuk pertama kalinya.
Kemudian masing-masing kelompok di sebar ke beberapa titik yang berpotensi terjadi praktek korupsi, seperti kantor Samsat, Pos Retribusi, Kantor Kecamatan, Pengadilan Negeri, Kantor Catatan Sipil, dan bahkan lingkungan kampus sekalipun.

Ada banyak cerita yang berkesan dan menarik dari masing-masing kelompok dalam proses perjalanan melaksanakan tugas ini. Mulai dari mempraktekkan Undercover (penyamaran), prosedur investigasi, pencarian informasi sebanyak-banyaknya, maupun kebingungan dalam memutuskan target siapa saja yang harus diwawancarai untuk memperoleh akses informasi.

Dari sinilah yang kemudian mulai memunculkan hal-hal yang unik dan seru melalui proses pembelajaran yang tidak didapatkan oleh para peserta, yang umumnya terdiri dari semester satu, tiga, dan lima dalam pendidikan formal maupun perkuliahan sebelumnya. Karena penugasan ini sifatnya praktek secara langsung di lapangan sebagaimana KPK, maka masing-masing kelompok dituntut untuk bagaimana berfikir kreatif baik penggunaan cara maupun prosedur pelaksanaan demi kesuksesan penugasan.

Memasuki hari ketiga, informasi, bukti, dan bahan-bahan dugaan indikasi kejahatan korupsi yang telah diperoleh masing masing kelompok selanjutnya disusun menjadi sebuah laporan. Penyusunan laporan tentunya mendapat arahan langsung dari tim KPK yang pada hari itu juga harus dipresentasikan.

Proses penyusunan laporan, para peserta selain harus kreatif, mereka juga dituntut berfikir cepat dalam menuangkan hasil investigasi dalam bentuk tulisan. Tidak cukup sampai di situ, pemutaran hasil video (camera) tersembunyi, rekaman pembicaraan rahasia, dan pemerolehan barang bukti yang terkait indikasi bentuk kejahatan korupsi juga dihadirkan dalam penyampaian presentasi.

Pengalaman seperti inilah yang paling berkesan dari para peserta ToT Anti Korupsi KPK. Pelatihan yang selain sarat dengan bagaimana harus berfikir kreatif dan bertindak cepat, juga yang menjadi sangat penting adalah mereka memperoleh wawasan baru mengenai korupsi dan cara penaggulangannya yang tidak banyak oleh masyarakat umum mengetahuinya saat ini

Bahkan yang lebih membanggakan lagi, para peserta juga ternyata berhasil bersentuhan langsung merasakan bentuk-bentuk praktek kecurangan, penyimpangan, pelanggaran, dan penyalah-gunaan jabatan terkait kejahatan korupsi yang sebenarnya dapat ditindak secara hukum.

Generasi Bebas dari Korupsi
Pelatihan ToT Anti Korupsi KPK ternyata tidak hanya membuka mata kepala para peserta melalui pengalaman praktek lapangan secara langsung, tetapi juga membuka mata hati bagaimana merasakan betapa kejahatan korupsi di Indonesia begitu menggelisahkan. Rasanya ingin menjerit sebagai bentuk perlawanan melihat banyak terjadi ketidak-adilan, ketidak-jujuran, penyelewengan, dan penyalah-gunaan wewenang hampir di semua lini kehidupan dan lingkungan sekitar kita.

Dari sinilah langkal awal peran serta mahasiswa secara aktif terlihat konkrit dan menegaskan peran pemuda sebagai pembaharu (agent of change). Setelah pelatihan tingkat pertama ini selesai, diharapkan minimal para peserta mempunyai wawasan mengenai korupsi bagi dirinya untuk kemudian mau berbagi pengetahuan dengan lingkungan sekitar bahwa kejahatan laten ini sangat berbahaya dan dampaknya luar biasa.

Dalam tataran praktis, pelatihan anti korupsi kali ini akhirnya melahirkan semacam komunitas CPA (Community of People for Againts-Corruptions) yang bertugas mensosialisasikan dan mengadakan pelatihan ke SMU-SMU sebagai bentuk kepanjangan tangan dari KPK setiap tiga bulan sekali. Bahkan komunitas ini juga dapat melakukan kegiatan pengawasan di kampus masing-masing, yang sebagaimana diketahui bahwa lembaga pendidikan dianggap lahan ”basah”, namun sulit untuk di tindak karena wilayah ini di luar kewenangan KPK.

Ini saatnya mewujudkan generasi Indonesia bebas dari korupsi. Saat ini Indonesia memiliki kurang lebih sumber daya manusia 140-150 juta usia muda, antara 12 sampai 20 tahun. Untuk menciptakan generasi emas (golden generation) tahun 2020 nantinya, perlu dipersiapkan mulai sekarang dengan langkah yang jelas. Dari output komunitas-komunitas kecil hasil pelatihan ToT Anti Korupsi KPK baik di kampus-kampus maupun sekolah-sekolah, diharapkan mampu menyebar dengan basis sharing (berbagi) wawasan mengenai bentuk kejahatan korupsi dan dampaknya untuk membawa langkah Indonesia menuju mimpi nyata. Mimpi untuk membuktikan bahwa kejahatan yang tidak hanya merugikan orang banyak tapi juga negara dan dianggap budaya kenyataannya mampu hilang di muka bumi negeri ini.

Terinspirasi oleh film Laskar Pelangi, agaknya Indonesia harus dikembalikan pada ruh aslinya. Bahwa Kita harus mulai banyak memberi daripada menerima, mensyukuri atas apa yang ada dan berbagi untuk bersama-sama menggapai mimpi mewujudkan kebahagiaan umat manusia.

Meminjam istilah Renald Kassali, mari kita tanamkan kata-kata di bawah nanti sebagai perenungan dan menyadarkan nurani bahwa kita semua bagian dari negeri tercinta ini. Satu kata terindah, maaf. Dua kata terindah, terima kasih. Tiga kata terindah, negeriku dalam kesulitan. Empat kata terindah, negeriku sulit untuk berubah. lima kata terindah, aku ada untuk membantu negeriku.

Read More »

Artikel Pendidikan Di Indonesia, Koreksi Sistem dan Solusinya

0 comments
Membincang tentang pendidikan di Indonesia. Perlu kiranya kita mempertanyakan kembali sistem pendidikan yang selama ini diajarkan disekolah. Seperti kita ketahui bahwa 2 Mei adalah hari Pendidilkan Nasional. Tampaknya bulan yang pas bagi bangsa Indonesia untuk mengorekasi sistem pembelajaran yang menunjukkan banyak catatan sekaligus perlunya suatu pembenahan. Bagaimana tidak, dunia pendidikan di Indonesia masih menunjukkan wajah yang memprihatinkan. Pendidikan seolah menjadi tumbal sekaligus korban kepentingan para praktisi elite pendidikan hampir di semua jajaran birokrasi kekuasaan.

Dari yang paling membingungkan, seperti kebijakan coba-coba (trial and error) terhadap sistem pendidikan yang pas bagi masyarakat Indonesia seperti apa, jelas ini menunjukkan ketidak-sungguhan sekaligus ketidak-mampuan pemerintah mengenal tipologi mayarakat terkait kegiatan belajar-mengajar yang ada.

Di era kemajuan peradaban yang pesat dan luasnya informasi dewasa ini, ilmu pengetahuan yang legal-formalnya direpresentasikan dalam bentuk institusi pendidikan dapat disetarakan dengan kebutuhan primer sebagaimana kebutuhan makan. Pendidikan sejatinya barometer untuk mengukur manusia terkait masalah kecerdasan, intelektualitas, dan kemampuan bernalar. Ia juga dapat membentuk manusia menjadi makhluk yang berkeadaban dan memajukan peradaban.

Dari tinjauan historis dan rentang waktu, perjalanan pendidikan di Indonesia menunjukkan grafik yang unik dan menarik. Bahwa pada masa penjajahan, pendidikan diatur dan dikelola secara ketat oleh Pemerintahan Hindia Belanda. Politik Etis pun menjadi bentuk balas budi atas semua kolonialis-imperialis selama ini. Meskipun begitu, diskriminasi jelas sesuatu yang sangat kentara, larangan Bumi Putera untuk meraih pendidikan dan hanya kaum bangsawan yang berhak mendapatkannya adalah situasi penggambaran saat itu.

Kemudian kemerdekaan pun akhirnya tercapai, Orde Lama di bawah kepemimpinan Sukarno cukup memberikan angin segar bagi ruang kegiatan belajar. Sukarno adalah tipe orang yang haus akan ilmu pengetahuan. Dalam kongres ke-7 IPPI di Istora Senayan, Sukarno bercerita panjang yang hemat kata menyeru kepada generasi muda untuk menanamkan kesadaran imajiner terkait soal cita-cita besar apa yang seharusnya diperjuangkan demi membangun Indonesia. Konsep sosialisme yang mendasari pendidikan saat itu, membentuk anggapan bahwa pendidikan bukan ditentukan derajat kelas sosialnya.

Orde Baru hadir untuk mengkebiri kebebasan berfikir. Kultur belajar pada masa Orde Lama dilarang dengan alasan membahayakan kehidupan sosial di masyarakat. Pembatasan terhadap buku-buku pemikiran yang berbau komunis-sosialis benar-benar tidak diperbolehkan. Yang sejatinya kebebasan berkumpul dan berpendapat dalam proses kegiatan belajar, justru dianggap kejahatan subversif yang dapat mengganggu stabilitas. Pandek kata, pendidikan masa ini memang sengaja direkayasa sedemikian rupa untuk politik pencitraan dan kepentingan pemerintah saat itu.

Gerbang reformasi pun akhirnya terbuka, menutup rapat-rapat masa pemegang kekusaan sebelumnya tepat pada saat bulan pendidikan tahun 1998. Bangsa Indonesia mencoba memasuki era pembebasan. Perbaikan pun mulai dilakukan dengan cukup serius hampir di semua lini tata kepemerintahan, termasuk di bidang pendidikan. Dari perspektif emansipasi dan kesetaraan hak, dunia pendidikan menunjukkan wajah yang cukup menggembirakan. Secara bertahap namun pasti mulai ada pengakuan betapa gender tidak dianggap lagi sebagai batu sandungan bagi seseorang untuk meraih pendidikan secara layak.

Moh Yamin dalam buku ini berusaha menguraikan konsep pendidikan yang diilhami dari Paulo Fraire dan Ki Hajar Dewantara untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan mampu berfikir cerdas. Artinya sistem pendidikan ini dapat membentuk pola pikir seseorang menjadi kritis terhadap banyak hal. Ini dimaksudkan untuk menghindarkan seseorang dari pembodohan oleh siapapun, tak terkecuali pemerintah dan praktisi pendidikan yang erat dengan banyak kepentingan.

Sebagaimana Ki Hajar Dewantara, perspektif kearifan dalam dunia pendidikan sudah seharusnya diperhatikan dan diimplementasikan. Bahwa konsep “jer basuki mawa beya” harus benar-benar dijauhkan dari dunia pendidikan menjadi platoform dari kearifannya. Artinya seberapa jauh keberhasilan suatu institusi pendidikan dalam menelurkan manusia pintar itu ditentukan seberapa besar dana dan biaya yang harus dibayarkan.

Jika hal ini terjadi, maka akan tercipta kesenjangan dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Akses pendidikan seolah hanya untuk bagi mereka yang kaya. Suasana ini akan terulang kembali seperti zaman penjajahan dulu. Dan yang lebih menyakitkan, institusi pendidikan akan mulai kehilangan tujuan mulianya. Bukan difungsikan untuk sarana berkembangnya ilmu pengetahuan dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, melainkan menjadi komoditas komersial sebagai alternatif jalan baru memperbanyak aset kekayaan.

Fenomena perlombaan menciptakan universitas bertaraf internasional (world class university) tentunya dengan estimasi biaya mahal di kota-kota besar menunjukkan dunia pendidikan Indonesia sedang dilanda masalah yang serius. Hal ini semakin diperparah dengan diberlakukannya kebijakan pemerintah dalam bentuk UU BHP yang semakin menegaskan bahwa teori untuk menciptakan pendidikan berkualitas harus diiringi dengan biaya besar. Bahwa kemudian pendidikan yang layak dan ilmu pengetahuan hanya diperuntukkan bagi mereka yang berduit dianggap fenomena kewajaran sekaligus pembenaran adalah hal yang menakutkan bagi dunia pendidikan.

Tidakkah kita belajar pada film Laskar Pelangi? Untuk terciptanya manusia yang berkualitas dan cerdas kenyataanya tidak ditentukan oleh status sosial, mewahnya fasilitas, dan besarnya biaya pendidikan. Melainkan ketekunan, semangat, dan cinta adalah elemen penting bagi seorang dapat terhindar dari kebodohan dan miskinnya ilmu pengetahuan

Jalan baru atas masalah dunia pendidikan di negeri ini adalah tuntutan lahirnya kearifan oleh institusi pendidikan maupun pemerintah. Hal ini dapat dilihat bagaimana sejarah Ki Hajar Dewantara dalam mempelopori terbentuknya lembaga pendidikan melalui Taman Siswanya. Tut Wuri Handayani tampaknya menjadi cahaya atas kebuntuan ini, bahwa pendidikan yang baik adalah hak dasar manusia tanpa ditentukan oleh kelas dan kasta.

Read More »

Manfaat Internet Sebagai Ruang kreatifitas Tanpa Batas

0 comments
Manfaat internet amatlah penting dalam kehidupan kita seharai -sehari. Internet merupakan  simbol masa depan. Ia mewakili kecerdasan yang rumit sekaligus bukti kecanggihan teknologi informasi-komunikasi tanpa henti. Dalam sejarahnya, internet memang sengaja diciptakan untuk mempercepat kemampuan komunikasi dan tukar-menukar informasi jauh lebih efisien. Baik secara waktu, jarak, biaya, dan kemudahan.

Konsep menembus ruang dan waktu tampaknya memang berlaku dalam dunia internet. Hal ini terbukti pada segudang layanan yang dimiliki internet, sebut saja Browsing, Email (electronic mail), Mailing List, Inter Relay Chat (Chatting), Newsgroup, File Transfer Protocol (FTP), Teleconference, Internet Telephony, Internet Fax, Facebook, Friendster, Hi5, Twitter, E-book, dan masih banyak lagi.

Sebagaimana konsep dilema, internet dan segala seluk-beluknya menawarkan dua sisi berbeda. Manfaat dan kerugiannya nyaris mempunyai porsi yang sama. Bahwa kemajuan teknologi seperti internet memberikan banyak manfaat bagi kehidupan dalam bentuk sistem operasi komunikasi-data yang sangat memudahkan diberbagai bidang.Seperti ekonomi, pemerintahan, perbankan, dan pendidikan.

Namun kenyataannya, dampak sosial yang diakibatkan dari penyalah-gunaan internet bersifat merugikan pun sebenarnya banyak terjadi meskipun kurang dijelaskan dalam buku ini. Hanya kejahatan dunia maya (cybercrime) yang bersifat teknis-rumit lebih banyak diulas, diantaranya Joy computing, Hacking, Software piracy, pencurian nomor kredit, dan penyebaran virus melalui Spamming.
Jelasnya, internet di tangan orang cerdas akan benar-benar menjadi ruang kreatifitas seolah tanpa batas. Segala fasilitas yang tersedia ketika dimanfaatkan untuk kebaikan secara maksimal, baik kepentingan personal maupun umum inilah yang kemudian dikenal dengan “gizi-gizi sehat” internet dalam buku ini.

Sekali lagi, internet adalah media yang mempunyai daya jelajah paling luas, para pengguna (user)-nya pun lintas batas geografis, budaya, bahasa, dan dapat diakses kapan saja-dimana saja. Ia dapat dijadikan sumber pengetahuan, komunitas jejaring sosial, promosi produk-produk dengan estimasi biaya iklan jauh lebih murah demi kepentingan bisnis, serta penghasilan yang menjanjikan melalui dunia kepenulisan.

Read More »

RCTI Live Streaming

0 comments
Server 1


Server 2
RCTI Live Streaming merupakan salah satu stasiun televisi terpopuler di Indonesia.RCTI TV menghadirkan beberapa program menarik seperti tayangan sinetron, drama, khazanah, film percintaan.Saluran televisi swasta ini juga mempersembahkan suguhan spesial terbaru bertajuk Indonesia Idol yang digandrungi para pecinta musik tanah air. Sebuah program yang terselenggara dalam usaha mencari talenta-talenta muda Indonesia untuk punya daya saing dalam kancah musik Internasional.

Untuk menikmati layanan RCTI streaming anda bisa mengaksesnya di rumah maupun di kantor asalkan terhubung dengan koneksi internet. Kualitas Terbaik MNC TV Streaming HD

Read More »